ANALISIS MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN TINGGI & GEREJA

Rp150.000

* Mendapat Buku Fisik, harga tertera belum termasuk ongkos kirim

————————————————————–

  • Penulis : Donna Sampaleng, dkk.
  • Penyunting: Gim Ginting, M.Th
  • Dimensi Buku: 15,5 x 23 cm
  • Jumlah Halaman:300 halaman
  • ISBN: On Progress
  • Ketersediaan : Purchasing Order

Sipnosis Buku

SINOPSIS

Analisis Manajemen Mutu Pendidikan Tinggi dan Gereja merupakan karya akademik yang lahir dari tradisi berpikir kritis di Program Studi Doktor Teologi Pascasarjana STT IKAT Jakarta. Buku ini merupakan hasil pengembangan kajian dalam mata kuliah Manajemen Mutu Pendidikan Tinggi dan Gereja, salah satu mata kuliah inti yang wajib ditempuh oleh seluruh mahasiswa doktor. Mata kuliah ini tidak hanya memperkenalkan teori-teori manajemen mutu modern, tetapi juga mengajak mahasiswa menguji, mengkritisi, dan merekonstruksi paradigma manajemen mutu dalam perspektif teologi Kristen.

Disusun dalam 12 bab, buku ini membahas berbagai isu strategis dalam manajemen mutu, mulai dari hakikat mutu, budaya organisasi, kepemimpinan, sumber daya manusia, manajemen proses, Agile Management, Design Thinking, hingga pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam pendidikan tinggi dan gereja. Seluruh pembahasan dikembangkan melalui dialog antara teori manajemen modern, filsafat, pendidikan, dan teologi Kristen sehingga menghasilkan perspektif yang utuh dan kontekstual.

Buku ini berangkat dari pertanyaan mendasar: Apakah mutu hanya identik dengan standar, akreditasi, indikator kinerja, dan kepatuhan administratif, ataukah seluruh instrumen tersebut hanyalah sarana untuk membentuk manusia dan menghadirkan transformasi kehidupan? Berangkat dari pertanyaan tersebut, buku ini mengkritisi kecenderungan manajemen mutu modern yang sering kali menempatkan keterukuran sebagai tujuan akhir. Penulis menunjukkan bahwa standar, akreditasi, dan indikator kinerja tetap penting sebagai instrumen tata kelola, tetapi tidak boleh menggantikan hakikat mutu itu sendiri. Mutu yang sejati tidak berhenti pada kepatuhan terhadap sistem, melainkan tampak dalam lahirnya pribadi yang berkarakter, berintegritas, kompeten, serta mampu menghadirkan dampak transformatif bagi gereja, pendidikan, dan masyarakat.

Melalui analisis yang integratif, buku ini menawarkan paradigma bahwa manajemen mutu bukan sekadar sistem pengendalian organisasi, melainkan proses pembentukan manusia (Human formation) yang mengintegrasikan keunggulan akademik, kepemimpinan, spiritualitas, dan nilai-nilai Kerajaan Allah. Dengan demikian, kualitas perguruan tinggi teologi dan gereja tidak hanya diukur dari keberhasilannya memenuhi standar, tetapi terutama dari kemampuannya membentuk manusia yang menghidupi panggilan iman dan menghadirkan transformasi kehidupan.